Ortodonti (kawat gigi)
PERAWATAN
ORTODONTI / KAWAT GIGI
A.
Pengertian
Ortodonti
Sekarang ini pemakaian behel sedang tren. Tidak hanya orang-orang kalangan
menengah ke atas yang menggunakannya kalangan bawah pun terlihat juga memakai
behel. Tetapi sebelumnya kita semua perlu mengetahui apakah sebenarnya kegunaan
pemakaian behel tersebut? Pemakaian behel merupakan pemakaian alat ortodonti
yaitu bracket. Pada dasarnya pemakaian braket bertujuan untuk melakukan
perawatan ortodonti. Pemakaian braket juga di sertai pemakaian alat-alat
ortodonti lainnya yang yang disebut Fixed Appliance.
Perawatan ortodonti adalah perawatan terhadap maloklusi seperti gigi
jarang, gigi berjejal, gigi yang maju. Keadaan tersebut mempengaruhi fungsi dan
estetis wajah sehingga menjadi kurang menarik dan mengurangi kepercayaan diri
seseorang. Dengan perawatan ortodonti, maloklusi dapat terkoreksi menjadi baik
sehingga meningkatkan fungsi dan estetis wajah.
Perawatan ortodonti dilakukan setelah melalui berbagai analisa seperti
analisa model, cetak gigi sefalometri, panoramik dan fotografi. Analisa
tersebut dilakukan untuk menentukan rencana perawatan ortodonti yang akan
dilakukan, jenis piranti ortodonti yang digunakan dan biaya yang dikeluarkan.
Hasil analisa tersebut akan di sampaikan kepada pasien agar diperoleh kesamaan
persepsi terhadap perawatan ortodonti yang akan dilakukan. Setelah ada
kesepakatan dan persetujuan dari pasien barulah perawatan ortodonti di
mulai.
Akibat yang
di timbulkan bila maloklusi tidak di koreksi
Maloklusi seperti gigi jarang, gigi berjejal apabila tidak dikoreksi akan
menimbulkan efek yang lebih luas. Gigi jarang mengakibatkan pengucapkan fonetik
yang tidak sempurna, seperti pengucapan huruf "s" yang berdesis dan
huruf-huruf lainnya menjadi tidak jelas . Keadaan ini akan berpengaruh terhadap
jenis pekerjaan yang membutuhkan pengucapan yang baik. Dari segi estetis juga
kurang enak dilihat.
Pada gigi berjejal akan menyebabkan kesulitan dalam menyikat gigi. Kotoran
/ sisa makanan tidak dapat dibersihkan secara maksimal dan menyisakan sisa
makanan di sela-sela gigi yang berjejal. Sisa makanan tersebut makin lama
akan menumpuk dan menimbulkan karang gigi, serta dapat menyebabkan timbulnya
penyakit gigi (karies) dan penyakit gusi (gingivitis). Dari segi estetis gigi
terlihar tidak rapi dan kotor.
Saat berfungsi, gigi berjejal juga akan mengakibatkan traumatik oklusi.
Keadaan ini menyebabkan pasien akan mencari oklusi baru yang dirasa nyaman
olehnya. Oklusi baru tersebut akan memaksa rahang bawah bergerak tidak
sebagaimana mestinya pada waktu berfungsi. Gerakan tersebut akan membawa rahang
bawah meluncur (drift) ke arah yang salah. Keadaan ini akan terjadi
berulang-ulang sehingga mengakibatkan gangguan pada sendi rahang
(temporomandibular joint disorder). Gangguan tersebut dapat berupa rasa sakit
pada waktu berfungsi, bunyi (cliking) pada waktu pengunyahan bahkan waktu
berbicara. Bahkan dapat menimbulkan sakit kepala yang berkepanjangan.
Selain maloklusi yang disebabkan oleh anomali susunan gigi, maloklusi
karena trauma dan genetik juga dapat dikoreksi dengan perawatan ortodonti.
Trauma, misalnya karena kecelakaan, akibat adanya fraktur rahang terjadi
maloklusi. Setelah dilakukan reposisi rahang, maloklusi tidak serta merta
hilang sehingga pasien mengalami kesulitan dalam me-oklusikan gigi nya dan
kesulitan dalam mengunyah makanan. Dengan perawatan ortodonti oklusi pasien
tersebut dapat dikoreksi dan pengunyahan dapat berfungsi dengan baik.
Perawatan ortodonti juga dapat merawat maloklusi yang disebabkan faktor
bawaan (genetik). Misalnya orang tua yang berwajah sangat cembung dengan rahang
yang maju (dalam ortodonti disebut dengan anomali Klas II), atau yang berwajah
cekung dengan rahang bawah yang maju (dalam otodonti disebut Klas III). Untuk
menghindari anak-anaknya mewarisi bakat / genetik orang tuanya dapat dilakukan
perawatan ortodonti. Perawatan ortodonti ini dapat dilakukan apabila anak-anak
masih dalam masa tumbuh kembang, dengan perawatan ortodonti kelainan
pertumbuhan rahang akan dimodifikasi sehingga rahang tumbuh ke arah yang
normal. Alat ortodonti yang digunakan disebut dengan Myofunctional
Appliance. sesuai namanya alat tersebut bekerja melalui kekuatan
otot-otot di rongga mulut kemudian diteruskan ke rahang dan gigi. Alat
ini tidak sama bentuk dan tampilan dengan bracket atau orang awam mengenalnya
dengan behel.
B.
Kapan waktu yang tepat
untuk melakukan perawatan ortodonti?
Konsultasi awal sebaiknya dilakukan pada usia kurang lebih 7
tahun, ada anggapan yang salah pada masyarakat yang mengatakan bahwa gigi
permanen harus tumbuh semua untuk bias dirawat ortodonti. Kenyataannya, ada
kasus-kasus tertentu yang perawatannya harus dilakukan sedini mungkin karena memanfaatkan
factor pertumbuhan. Ada beberapa kebiasaan jelek pada anak-anak yang harus
segera dihentikan, antara lain:
1. Mengisap ibu jari dan bibir
bawah yang bias menyebabkan tongos
2. Menggigit kuku atau pensil
yang bias menyebabkan gigi maju
Selain itu
yaitu bernafas melalui mulut, dan masih banyak lagi. Secara umum perawatan
ortodonti dapat dilakukan pada umur berapapun asalkan jaringan penyangga gigi
sehat dan gigi tidak goyang.
C.
Berapa lama perawatan
ortodonti?
Lama perawatan ortodonti tergantung parah atau ringannya
kasus. Apabila kasusnya tidak parah rata-rata perawatan diperkirakan
sekitar 1-2 tahun, tetapi pada kasus yang parah bias lebih lama. Selain itu
factor ketaatan pasien untuk control dan mengikuti instruksi yang
telah diberikan juga mempengaruhi lamanya perawatan ortodonti.
D.
Ada berapa macam bahan
ortodonti?
Terdapat
beberapa bahan atau material yang digunakan dalam orthodontic. Pengeluaran
pasien juga menyesuaikan dengan material yang dipilih. Dimulai dari bahan
keramik sampai metal dan dengan tingkat estetika yang berbeda-beda.
E.
Apakah yang harus
dilakukan selama perawatan ortodonti?
1. Menghindari makanan yang lengket dan keras. (misalnya dodol,
permen karet, kripik)
2. Menjaga cara makan. (makanan dipotong kecil-kecil dulu)
3. Menjaga kebersihan mulut.
4. Kontrol teratur untuk menghindari efek samping perawatan yang
tidak diinginkan.
F.
Apakah susunan gigi
setelah perawatan ortodonti dapat kembali ke letak semula ?
Setelah
perawatan ortodonti selesai biasanya dipasang alat yang disebut retainer untuk
mempertahankan posisi gigi yang sudah baik supaya tidak kembali seperti semula
atau biasa disebut relaps. Lama pemakaian retainer 1-2 tahun atau bias lebih
lama tergantung berat ringannya kasus. Gigi yang rapi sesudah perawatan
ortodonti dapat kembali seperti semula apabila pasien tidak memakai retainer
atau pasien tidak mengikuti cara pemakaian yang dianjurkan oleh Ortodontis yang
merawat.

Terimakasih kak sangat bermanfaat sekali kak😊
BalasHapusTerimakasih kak, sangat bermanfaat kak
BalasHapusMakasih kak infonya
BalasHapusTerima kasih info nya kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak Dina, thank you info nya
BalasHapus