STOMATITIS (SARIAWAN)
STOMATITIS
(SARIAWAN)
A.
PENGERTIAN
STOMATITIS
Stomatitis adalah peradangan
(pembengkakan, kemerahan) yang umum terjadi pada bagian mulut. Penyakit ini
meliputi bagian membrane lendir halus yang melapisi mulut (mucosa), bibir,
lidah, dan indera perasa. Jika diakibatkan oleh virus herpes maka disebut
dengan stomatitis herpes dan jika penyebabnya tidak diketahui maka disebut
dengan stomatitis aftosa (luka sariawan)
Stomatitis adalah luka lecet yang
terdapat dalam mulut dan gusi yang disebabkan oleh proses peradangan (inflamasi). Dalam masyarakat
kita dikenal dengan sariawan. Lokasinya bisa terdapat pada
pipi bagian, gusi, bibir bagian
dalam, lidah atau langit-langit mulut. Pada bahasan kali ini kita akan
menyoroti dua jenis stomatitis yang umum terjadi yaitu:
- Cold sore atau herpes stomatitis. Disebabkan oleh infeksi virus herpes tipe 1 sehingga bisa menular. Biasa terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun namun dapat juga terjadi pada orang dewasa.
- Canker sore atau aphthous stomatitis. Stomatitis aftosa dapat berupa satu atau sekumpulan ulkus (luka) di dalam rongga mulut. Jenis sariawan inilah yang biasa terjadi pada orang dewasa. Untungnya sariawan ini tidak menular.
Mengetahui
karakteristik stomatitis yang Anda alami akan memudahkan kita dalam melakukan
upaya pengobatan.
B. GEJALA STOMATITIS
Gejala yang
timbul akibat cold sore berbeda dengan gejala akibat aphthous stomatitis. Gejala Stomatitis
Herpes Bagi yang menderita herpes stomatitis, maka mengalami gejala-gejala
sebagai berikut:
1.
Luka (koreng) ada beberapa dan
tersusun bergerombol pada rongga mulut, dengan bentuk
tidak beraturan.
2.
Luka ini biasa terasa nyeri sehingga
pasien sulit untuk makan, menelan dan minum
sehingga beresiko mengalami dehidrasi.
3.
Anak menjadi lebih rewel dan tidak
mau makan.
4.
Keluhan biasanya berlangsung antara
7 – 10 hari.
5.
Demam tinggi selama beberapa hari
sebelum timbul sariawan.
6.
Harus segera diobati karena infeksi
dapat meluas ke tempat lain dan menularkan ke orang lain.
Demam yang terjadi pada sariawan akibat herpes bisa setinggi 104 ° F (40 °
C). Demam terjadi beberapa hari sebelum lepuhan di mulut tersebut muncul.
Infeksi sekunder oleh bakteri bisa terjadi pada luka sariawan
apabila tidak mendapatkan perawatan yang memadai. Gejala Stomatitis Aftosa
Berbeda dengan cold sore, ciri-ciri dan gejala stomatitis aftosa adalah
sebagai berikut:
1.
Muncul ulkus yang berbentuk bulat,
bagian tengah berwarna putih atau kuning, dengan tepi batas tegas berwarna
merah sebagai tanda adanya inflamasi (proses peradangan).
2.
Ulkus terasa nyeri sehingga pasien
sulit makan.
3.
Ukuran sariawan yang kecil dapat
berlangsung selama 1 – 2 minggu tanpa ada
bekas jaringan parut. Sedangkan ukuran sariawan yang besar dapat berlangsung lebih
dari 6 minggu dan meninggalkan bekas jaringan parut ketika sembuh.
4.
Tidak ada demam sebelumnya.
C.
PENYEBAB
STOMATITIS
Sesuai dengan tipe stomatitis di atas, selain dilihat dari gejalanya
keduanya pun dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Berikut penyebab stomatitis yang umum terjadi:
- Cold sore
Disebabkan
oleh infeksi virus herpes tipe 1 (HSV-1). Oleh sebab itu penyakit ini dapat ditularkan ke orang lain
melalui air liur pada saat
berbagi gelas, sendok, atau bahkan berciuman.
- Canker sore atau aphthous stomatitis
Canker tidak
sama dengan cancer yang merupakan tumor ganas. Canker yang dimaksud dalam hal
ini adalah luka ulkus. Stomatitis aftosa ini tidak disebabkan oleh virus, oleh
karena itu tidak bersifat menular. Penyebab stomatitis aftosa bersifat
multifaktorial atau berbagai macam sebab, biasanya karena kebersihan rongga
mulut yang buruk, adanya iritasi atau adanya kerusakan pada membran mukosa rongga mulut.
Sebagai contoh, berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya aphthous
stomatitis:
- Mukosa rongga mulut yang kering, karena hidung tersumbat sehingga pasien bernafas dengan mulut.
- Luka pada rongga mulut, akibat tergigit, tersodok sikat gigi, menggunakan kawat gigi, dan sebagainya.
- Respon alergi terhadap bakteri tertentu di dalam rongga mulut.
- Sensitif terhadap beberapa makanan yang dapat merangsang mukosa rongga mulut, seperti : kopi, coklat, telur, kacang-kacangan, strawberry dan buah-buahan lain yang asam.
- Kekurangan vitamin C, vitamin B, asam folat, zat besi, atau zinc.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
- Stress.
- Infeksi jamur Candida albicans.
- Efek samping dari radioterapi pada pasien kanker.
- Penyakit tertentu seperti : celiac disease, inflammatory bowel disease, HIV/AIDS, gangguan sistem imun.
D.
CARA
MENGOBATI STOMATITIS
Jenis dan
penyebab stomatitis sangat penting untuk
diketahui, agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan dengan cara yang tepat. Mengatasi masalah stomatitis
tipe cold sore berbeda dengan tipe aphthous stomatitis, karena
penyebabnya juga berbeda. Berikut pengobatan stomatitis sesuai dengan jenisnya.
Mengobati Stomatitis Herpes Berhubung kondisi ini disebabkan oleh
infeksi virus, maka harus diobati dengan obat antivirus. Penggunaan obat acyclovir dapat mengatasi masalah herpes
stomatitis sehingga infeksi dapat lebih cepat sembuh. Anak-anak yang mengalami
cold sore umumnya tidak mau makan lantaran rasa sakit saat dilewati makanan. Namun mereka harus tetap mendapat
asupan cairan agar tidak dehidrasi. Oleh sebab
itu berikanlah banyak asupan cairan dan jenis makanan yang lembek dan cair.
Sebagai contoh jus buah, bubur, sup ayam, dan sebagainya. Apabila rasa nyeri
begitu menyiksanya, maka untuk mengatasi rasa nyeri yang sangat, dapat
digunakan obat anestesi topikal sesuai anjuran
dokter. Mengobati Stomatitis Aftosa Berbeda dengan kondisi di atas,
stomatitis aftosa umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan
apapun karena bisa sembuh sendiri tanpa ada masalah. Namun, pengobatan tetap
diperlukan pada kondisi yang parah, misalnya ada tanda-tanda infeksi, sariawan
yang berukuran besar, dan kekhawatiran lainnya. Adapun obat-obatan yang biasa
digunakan untuk mengobati ulkus yang berukuran besar antara lain:
- Obat penghilang nyeri seperi ibuprofen atau parasetamol dapat digunakan apabila rasa nyeri begitu menganggu.
- Kumur dengan obat kumur untuk mencegah infeksi dan meluasnya sariawan.
- Dapat menggunakan obat anti radang topikal untuk mengurangi inflamasi.
- Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran.
Agar mempercepat penyembuhan, maka hindarilah makanan yang terlalu asin,
asam dan pedas. Makanan-makanan tersebut dapat merangsang proses inflamasi
lebih lanjut. Dan juga jangan makan makanan yang terlalu panas. Apabila
berkenan, kompres dingin atau
menggunakan es batu, juga dapat membantu mengurangi inflamasi. Baca
juga: Obat Sariawan Terbukti Paling Ampuh
E.
CARA
MENCEGAH STOMATITIS
Cold sore atau herpes stomatitis dapat menular dari satu orang ke orang
yang lain. Agar terhindar dari herpes stomatitis maka penggunaan alat makan secara bersamaan
harus dihindari, tidak boleh saling berciuman dan mencegah terjadinya kontak langsung dengan lukanya. Sedangkan
canker atau aphthous stomatitis tidak menular dari satu orang ke orang lain.
Untuk mencegah terjadinya aphthous stomatitis maka pasien harus mengurangi
faktor-faktor resiko yang dapat
mempermudah timbulnya kondisi ini, sebagai contoh :
1.
Menjaga kebersihan rongga mulut
2.
Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin B, seperti
buah-buahan dan sayur-sayuran.
3.
Berhati-hati dalam menggosok gigi
dan ketika makan
4.
Minum air yang cukup.

Bermanfaat sekali kak
BalasHapus