PREVENTIVE DENTISTRY (FLUOR)
PREVENTIF DENTISTRY FLUOR
KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas
kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nyalah sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada
dosen pengampu, Ibu Nova Herawati, S.Kp.G dan drg. Lisnayetti, M.Kes yang telah
membimbing kami, sehingga bisa menyeleseikan makalah ini sesuai waktu yang
telah ditentukan. Terima kasih juga kepada teman-teman yang turut andil dalam
terselesainya makalah ini.
Makalah ini kami buat
dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah prevdent dan memperdalam
pengetahuan kami tentang FLUORIDE. Mudah-mudahan dengan makalah ini kami dapat
menerapkan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan
segala keterbatasan yang ada, kami telah berusaha dengan segala daya dan upaya
guna menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Atas kritik dan
sarannya kami ucapkan terimakasih.
Bukittinggi, 6 September 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................
i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah........................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Fluor........................................................................................... 3
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah........................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Fluor........................................................................................... 3
2.2 Struktur Kristal Email...................................................................................
4
2.3 Reaksi Flour Dengan
Email..........................................................................
4
2.4 Macam-Macam Larutan Flour Yang Dapat Digunakan...............................
5
2.5
Kegunaan Fluor.............................................................................................
7
2.6 Mekanisme Kariostatika Flour......................................................................
8
2.7 Aplikasi Topical............................................................................................
10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 12
3.2 Saran............................................................................................................ 12
3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 12
3.2 Saran............................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fluorida
yang sebelumnya disebut fluorine, merupakan elemen kimia yang bersifat sangat
elektronegatif. Oleh karena itu tidak pernah ditemukan dalam bentuk eleman
bebas. Tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan adalah sumber fluorida.
Ion-ion fluor 96% diabsorbsi melalui saluran
pencernaan yakni pada lambung dan usus kecil. Setelah masuk pencernaan, fluor
diabsorbsi selama 30-90 menit, terutama melalui mukosa usus dan lambung.
Absorbsi fluor berlangsung lebih cepat bila lambung kosong. Konsentrasi tinggi
ion fluor yang keluar dari mukosa pada saluran sistem pencernaan akan melewati
konsentrasi yang lebih rendah secara fisikokimiawi pada daerah sekitar mukosa
intestinal dan sistem sirkulasi.
Distribusi fluor berlangsung cepat mengikuti
dosis fluor dalam rongga mulut. Konsentrasi fluor dalam darah akan mencapai
puncaknya sekitar satu jam setelah konsumsi fluor dan selanjutnya akan menurun.
Empat jam kemudian konsentrasi fluor dalam plasma akan menjadi normal kembali,
yakni sekitar 0,10 sampai 0,15 ppm. Sekitar 75% fluor akan disimpan dalam
plasma, dan keseimbangannya terdapat dalam sel darah merah. 90% fluor dalam
plasma terikat dan bersifat non-exchangeable.
90-95% fluor dalam tubuh akan diekskresikan
melalui urin. Selain itu sekitar 5-10% dapat diekskresikan juga melalui feses,
keringat, kelenjar air susu, kelenjar saliva, dan cairan gingiva. Tetapi dalam
jumlah yang sangat kecil.
2.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
pengertian Flour?
2.
Bagaimana
Struktur Kristal Email?
3.
Bagaimana
Reaksi Flour Dengan Email?
4.
Apa
Saja Macam-Macam Obat-Obatan Atau Larutan Flour Yang Dapat Digunakan?
5.
Apa Saja Kegunaan Fluor?
6.
Bagaimana
Mekanisme Kariostatika Flour?
7.
Bagaimana Topical Aplikasi Fluor?
1.3 Tujuan
1. untuk mengetahui pengertian flour
2. untuk mengetahui struktur kristal email
3. untuk mengetahui reaksi krital email
4. untuk mengetahui macam-macam ocat-obatan atau larutan
fluoryang dapat digunakan
5. untuk mengetahui kegunaan fluor
6. untuk mngetahui mekanisme kariostatika fluor
7. untuk mngetahui topical aplikasi fluor
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian fluor
Pada tahun 1901
seorang dokter gigi Amerika, Dr. F. McKay, yang baru saja pindah dari
Pennsylvania ke Colorado Springs, menemukan apa yang dinamakan email yang
berbintik (mottled enamel) pada gigi
kebanyakan pasiennya. la menggambarkannya sebagai email yang ditandai dengan
bintik kecil putih, atau bintik (daerah) kuning atau coklat, yang tersebar
tidak beraturan di seluruh permukaan gigi. Atau seluruh gigi terlihat bagai
kertas yang berwarna putih mati,seperti warna piring porselen. Baru pada tahun tiga puluhan
diketahui penyebab timbulnya bintik tersebut adalah kadar F air minum yang
berlebihan (>2,0 bagian/106F/liter). Keadaan ini juga dihubungkan dengan
rendahnya prevalensi karies di daerah itu. Penelitian mengenai hal tersebut
diatas dilakukan di Amerika Serikat 2 dan 3 Inggris. Istilah ‘fluorosis gigi’
lalu dipakai dan penelitian pun segera diadakan untuk mengetahui manfaat fluor
terhadap gigi.
Pada tahun 1942 Dean dan kawan-kawan
menerbitkan hasil penelitian apidemiologi klasik yang dibuat oleh US Public Health Service. Penelitian
dilakukan terhadap anak-anak berumur antara 12-14 tahun, tinggal di 20 kota.
dan dicari hubungan antara karies yang terjadi dengan kandungan F pada air
minum yang digunakan. Hasilnya menunjukan bahwa jika kadar F dalam air minum
kira-kira 1 bagian/106 F (1 bagian per sejuta =1 bps) maka gigi penduduk yang
berumur panjang di daerah tersebut mempunyai prevalensi yang rendah tapi
tanda-tanda fluorosis. Contohnya, anak umur 12-14 tahun kariesnya 50% lebih
sedikit dibandingkan dengan anak yang air minumnya tidak mengandung fluor.
Penemuan ini menyebabkan dilakukannya penambahan F pada air minum yang tidak
cukup mengandung mengandung F di beberapa daerah tempat penelitian klinis di
seluruh dunia. 5 kandungan optimum F dalam air di daerah beriklim sedang adalah
1 bps sementara pada daerah beriklim tropis yang konsumsi airnya lebih banyak,
kadar optimumnya dikurangi sampai menjadi 0.7 bps. Kesimpulan hasil penelitian
itu adalah bahwa menurunkan karies dengan menambah flour dengan kadar optimal
merupakan sesuatu mungkin dilakukan. Fluor
adalah mineral alamiah yang terdapat di semua sumber air termasuk laut. Fluor
tidak pernah ditemukan dalam bentuk bebas dialam. Fluor bergabung dengan unsur
lain membentuk senyawa fluorida.
Fluor
merupakan salah satu unsur yang melimpah pada kerak bumi. Unsur ini ditemukan
dalam bentuk ion Fluorida (F). Dimana fluorida bersifat organik dan anorganik
yang mengandung elemen fluor. Seperti halnya halogen, fluor adalah ion
monovalen (-1 charge). Zat fluor dapat bersenyawa dengan elemen atau radikal
lainnya seperti hydrofluoric acid (HF), sodium fluorie (NaF), calcium fluoride
(CaF2) dan uranium hexafluoride (UF6).
Fluor
telah digunakan secara luas untuk mencegah karies. Penggunaan fluor dapat
dilakukan dengan fluoridasi air minum, pasta gigi dan obat kumur yang
mengandung fluor, pemberian tablet fluor dan topikal varnish. Tujuan penggunaan
fluor dalam bidang kedokteran gigi adalah untuk melindungi gigi dari karies.
2.2
Struktur
Kristal email
Mineral
email terdiri atas Kristal-kristal dan mempunyai struktur seperti kisi-kisi
khas hidroksi apatit.
Unsur terkecilnya dengan formula Ca10(PO4)6(OH)2,
Tetapi email bukan merupakan hidroksiapatit murni karena mengandung fase
non-apatit (kalsium fosfat dan kalsium karbonat amorf), dan ion atau molekul
tambahan diserap ke dalam permukaan kristalnya yang luas. Hal ini dapat terjadi
dalam beberapa cara:
·
Kisi-kisi
Kristal mampu mengganti spesies ion lain yang sesuai muatan dan ukurannya. jadi, kisi-kisi kalsium dapat
diganti oleh ion radium, strontium, timah dan
hydrogen, fosfat
dapat digantikan oleh karbonat, sedangkan
gugus hidroksil oleh
ion flour.
·
Natrium
magnesium,dan karbonat dapat diserap oleh permukaan Kristal.
·
Suatu
kerusakan bisa terdapat pada kisi-kisi internal.
·
Sebagian
kisi-kisi dapat saja hilang tanpa harus merusak seluruh Kristal
2.3 Reaksi flour dengan email
Agar
flour dapat diikat oleh email, flour diletakkan dalam bentuk flour apatit,yaitu
ion bidroksil digantikan oleh ion flour.flour yang diprolrh dari cairan
haringan selama periode pembentukkan gigi dan dari slaiva serta air minum pada
periode pasca erupsi diikat email,karena rendahnya konsentrasi flour dibutuhkan
waktu lama untuk memperoleh akumulasi flour apatit yang cukup pada email. Tujuan
aplikasi flour topical adalah untuk membentuk flour apatit dalam jumlah yang
cukup dan dalam waktu yang tidak lama. Setelah berkontak dengan konsentrasi
flour yang relative rendah , misalnya dibawah 75bps hidroksi apatit akan
berubah menjadi flour apatit.
Ca10(PO4)6(OH)2+2F ® Ca10(PO4)6F2+2OH
Larutan yang mengandung konsentrasi flour yang lebih
tinggi akan diserap F yang lebih banyak pula. Tetapi tidak seluruhnya dari
flour dibentuk menjadi flour apatit.dari kisi-kisi untuk membentuk kalsium
fluoride(CaF2)membebaskan ion fosfat dan sebagian menguraikan kisi-kisi dalam
proses:
Ca10(PO4)6(OH)2+20F®10CaF2+6PO4+20H-
Karena CaF2 dapat larut sedikit dalam air,kebanyakan
zat ini akan larut dan hilang dalam beberapa jam setelah terapi, jumlah
tertentu dapat diikat oleh email, tetapi tidak mustahil flour apatit mengendap
kembali, setelah terapi flour email ditutup dengan ulasan varnish flour yang
akan diikat email lebih banyak.
2.4
Macam-macam
obat-obatan atau larutan flour yang dapat dipergunakan
a.Natrium fluoride (NaF)
Natrium
fluoride digunakan dalam bentuk larutan yang dicampur ai r kunjungan dengan
konsentrasi 2%(2 mg NaF dalam 100 mg larutan).aplikasi topical dengan NaF 2%
terdiri aras satu seri perawatan, 4x kunjungan dengan interval atau jangka
waktu antara kunjungan 1,2 ,3 dan 4 adalah 2-7 hari. Jenis
perawatan ini dianjurkan untk anak-anak usia 3,7,10 dan 13 tahun,karena
aplikasi topical dengan cara ini mempunyai efek profilaksis (tindakan
pencegahan).
Kebaikan:
·
Rasanya
cukup enak,tidak pahit,meskipun ada rasa asin;
·
Tidak
menimbulkan pewarnaan ekstrinsik
·
Tidak
mengiritasi jaringan gingival,dan
·
Mendidik
penderita untuk melaksanakan disiplin kunjungan ke balai pengobatan selama satu
seri kunjungan
Kekurangan:
Larutan ini tidak than lama,kecuali jika disimpan
dalam botol polietilen yang bewarna gelap sehingga tidak tembus cahaya
matahari. Jika larutan disimpan dalam botol tembus cahaya,sinar matahari akan
merangsang reaksi kimia dengan ion flour yang bebas.
b.acidulated-phospat-fluoride
atau FI3PO4(APF)
Terdiri
dari larutan flour 1,2% didalam asam fosfat 0,1 mg. larutan flour yang telah
diasamkan terdiri atas satu seri perawatan,2x kunjungan untuk satu tahun. Semakin sering
aplikasi topical dilakukan ,lebih efektif pula hasil timbulnya pencegahan
karies. Topical aplikasi ini terutama diberikan pada kasus karies rampan. Keuntungan:larutan ini
adalah larutan stabil jika disimpan dalam botol polietilen, Keburukannya: dapat menimbulkan
pewarnaan ekstrinsik pada gigi-geligi.
c. stannous
fluoride (SnF2)
aplikasi
topical dengan larutan SnF2 dipakai konsentrasi 8-10%, SnF2 diberikan sekali
setiap 4-6 bulan dimulai pada usia 3 tahun,juga efektif buat orang dewasa.
Kelebihan:
·
Larutan
sangat aktif sehingga akan cepat kehilangan kekuatannya. Oleh karena itu harus
dibuat larutan yang baru untuk setiap kali pemakaiannya;
·
Pemakaian
pada orang dewasa lebih efektif dari pada NaF;
·
Dapat
member efek walaupun pada daerah tempat kadar fluoride dalam air minum cukup
besar,dan
·
Penggunaan
sanous fluoride 8% sekali pertahun sudah dapat melindungi gigi terhadap karies
Keburukannya:
·
Bau
dan rasanya tidak enak
·
Dapat
menimbulkan pigmentasi pada gigi
·
Dapat
mengiritasi gingival,dan
·
Mudah
teroksidasi sehingga tidak efektif lagi
2.5 Kegunaan fluor
profesi
kedokteran gigi pencegahan, fluor dapat digunakan dalam 2 cara, penggunaan
fluor secara sistemik dan secara local.
1) Penggunaan fluor secara sistemik
Fluor masuk kedalam tubuh melalui mulut,sehingga
pemberian fluor sistemik juga mempenyai efek topical pada gigi, mempunyai efek
baik pada gigi yang belum erupsi maupun gigi yang sudah erupsi. Yang
termasuk pemberian secara sistemik adalah:
a) Melalui air minum (PAM)
Untuk indonesia
konsentrasi fluor yang dimasukkan kedalam air minum sebaiknya 0,7 ppm (1 ppm=1
mg fluor dalam 1 liter air).dari hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa
pemberian fluor melalui air minum dapat mengurangi prevalensi karies sampai
60%. Penduduk diindonesia sebagian besar tidak mendapatkan air minum dari
PAM,melainkan dari mata air,sungai,sumur, dan lain-lain. Bahan yang dipakai
adalah NaF,Karena mempunyai sifat antara lain:
·
Mudah
didapat dan murah harganya;
·
Mudah
larut dalam air
·
Dan
mudah melepaskan ion fluor bebas
b) Mengonsumsi tablet fluor
Manfaat terbesar
pemberian tablet fluor dapat dicapai jika diberikan sebelum erupsi gigi, yaitu
0-12 tahun. Dapat diberikan kepada ibu hamil , memerlukan kerja sama yang erat
dengan orang tua,anak,guru,dan dokter giginya,jumlah tablet fluor yang dimakan
dapat dilihat dari aturan pemakaian setiap kemasan misalnya,zyma fluor,diminum
¼ tablet/hari untuk anak dibawah 5 tahun. Untuk anak diatas 5 tahun dan ibu
hamil,dosis menjadi 1 tablet/hari
c) Obat tetes fluor
Penggunaan fluor
dalam obat tetes adalah untuk bayi dan balita.diberikaan bersamaan dengan
minuman atau makanan bayi, jumlah fluor dapat disesuaikan dengan aturan
pemakaiannya misalnya, vitafluor drops,aturan pakai adalah 3x 4 tetes/hari
untuk umur dibawah 3 tahun dan 3x 8 tetes/hari untuk anak diatas 3 tahun
2) penggunaan fluor secara local
Pemberian
fluor secara local hanya mempunyai efek pada gigi yang sudah erupsi. Contoh
pemberian fluor secara local
·
Swa-aplikasi
atau brush in atau pada saat sikat gigi
Bahan yang
dipakai adalah pasta fluor, misalnya natrium fluoride atau stannous fluoride. 2
macam pasta fluor yaitu: pasta fluor dengan konsentrasi fluor rendah (0,4%)
dapat dipakai untuk setiap hari dan pasta fluor dengan konsentrasi fluor tinggi
(10%) dapat dipakai 1 atau 2 atau 4 bulan sekali
·
Kumur-kumur
Bahan yang
dipakai adalah tablet NaF dilarutkan dalam 10cc air sehingga didapat fluor
dengan konsentrasi 0,2% pasien berkumur-kumur dengan larutan NaF 0,2% selama
kurang lebih 3 menit
2.6 Mekanisme
Kariostatika flour
Berbagai cara penambahan fluor pada
email, dengan menggunakan berbagai media yang kadar fluornya bervariasi, telah
dites selama lebih dari empat dekade terakhir ini. Mungkin bergantung pada
tahap tertentu dalam pelarutan emailnya, atau pada macam preparat, kadar, dan berapa
sering aplikasi fluornya.
Selain
itu, fluor dalam lingkungan oral terdapat dalam plak (5-10),saliva (0,002bps)
dan cairan celah gingival sebanyak 0.008 bps. Dengan demikian, bisa lebih dari
satu macam mekanisme kerja serentak bekerja. Aksi flor dalam pencegahan karies
bersifat multifaktorial, efeknya berasal dari kombinasi beberapa mekanisme. Ada
3 kombinasi mekanisme utama kariostatika flour:
1.
Pasca erupsi
·
Mendorong remineralisasi dan
menghambat demineralisasi pada lesi awal karies.
·
Menghambat glikolisis, yaitu proses
yang terjadi ketika bakteri kariogenik memetabolisme karbohidrat yang dapat
difermentasikan
2.
Sebelum erupsi
·
Mengurangi kelarutan email oleh asam
dengan cara substitusi oleh asam dengan
cara substitusi ion flour kedalam Kristal hidroksi apatit sebelum gigi erupsi.
Pada masa sebelum erupsi, pejanan dengan flour akan dapat menghambat karies.
Flour menyatu dengan Kristal hidroksit apatit email yang sedang berkembang.
3.
Efek pada Kuman Plak dan
Metabolismenya
Bergantung kepada konsentrasi dan pH, flour dapat
menimbulkan efek antibakteri dan antienzim. Pada aplikasi topikal dengan
konsentrasi lebih dari 1% F,baik APF (pH 3,2) maupun SnF (pH 2,1) ternyata
toksis terhadap S. mutans. Tapi hal ini hanya efek sementara. Konsentrasi yang
rendah (2-10 bagian/106 dapat menghambat enzim yang terlibat dalam
pembentukkan asam serta pengangkutan dan penyimpanan glukosa dan analog glukosa
dalam streptococus oral. Juga dapat mencampuri sintesis polisakarida intrasel
sehingga membatasi penyediaan bahan cadangan untuk pembuatan asam. Dengan
demikian, adanya ion flour dengan kosentrasi yang rendah dalam plak dapat
menurunkan efek kariogenik dengan jalan menghambat pembentukan asam dan
penurunan pH yang diakibatkannya. Agar supaya efektif, flour harus dalam bentuk
ion. Walaupun kebanyakan flour yang terdapat dalam plak berbentuk ikatan yang
longgar, ion F dapat bebas jika pHnya turun sampai 4 atau 5 sehingga akan
menaikkan kosentrasi ion F yang biasanya rendah pada cairan plak (0,08-0,8
bps).
4.
Efek pada Endapan Plak
Kemampuan bubuk hidroksi apatit dalam menyerap protein
saliva berkurang secara bermakna jika dilakukan terapi flour. Oleh karna itu
diperkirakan bahwa flour mampu menghambat penyerapan protein saliva pada
permukaan email sehingga melambatkan pembentukan pelikel dan plak. Akan tetapi,
penelitian klinik tidak mengungkapkan hasil yang jeles dan tidak pula ada bukti
bahwa endapan plak itu berbeda jumlahnya pada daerah berkadar flour tinggi dan
rendah.
2.7 Topical
aplikasi flour
Pemberian fluor
melalui topical aplikasi dapat memakai bermacam-macam bentuk fluor,antara lain:
·
Pasta
fluor konsentrasi tinggi (SnF 10%) dan larutan fluor SnF 10% alat yang dipakai contra angle dan rubber cup.pasta fluor konsentrasi tinggi SnF2 10% dipoleskan
memakai contra angle dan rubber cup setelah selesai,larutan fluor SnF2 10%
diulaskan memakai catton pellet.
·
Larutan
fluor SnF2 20%.Sebelum dipakai larutan biasanya dicampur dengan larutan
pengencer atau pemanis dengan perbandingan 1:1 sehingga akan didapatkan larutan
fluor dengan konsentrasi 10%. Kapas dicelupkan pada larutan fluor yang sudah
siap dipakai, lalu dioleskan pada seluruh permukaan gigi yang sudah
dikeringkan.
·
Fluor
dalam bentuk gel. Fluor dalam bentuk gel diletakan pada mouth guard atau sendok cetak,kemudian sendok cetak dipakai 2-3
menit.
Pemberian fluor
melalui teknik aplikasi topical biasanya dilakukan dengan tahapan sebagai
berikut:
·
Mintak
anak menggosok giginya, lalu lanjutkan dengan flossing jika memungkinkan,
hilangkan sisa makanan
·
Isolasi
gigi geligi, gubakan saliva ejector, gulungan tisu atau kapas
·
Keringkan
gigi yang diisolasi
·
Ulaskan
larutan, gel,atau varnish. Biarkan gigi tertutup larutan atau gel,selama
beberapa menit,atau biasanya selama 4 menit
·
Setelah
4 menit, bersihkan larutan atau gel dari permukaan gigi yang dapat dijangkau,
jangan berusaha membersihkan gel dari permukaan aproksimal. Jumlah larutan atau
gel yang digunakan cukup kecil, jangan sampai tertelan oleh anak. Instruksikan
anak untuk meludah tetapin tidk berkumur
·
Isoalsi
kuadran lain atau sepertiga atau setengah mulut dan ulangi perwatan, pada akhir
perawatan instruksikan pasien untuk tidak makan atau minum selama 30 menit,
untuk memperpanjang kontak flour dengan permukaan aproksiml gigi.
Spot Application
Merupakan perwatan karena diberikan
langsung pada white spot atau daerah yang terkena karies. Bahan yang digunakan
adalah larutan flour SnF2 20%. Pada teknik spot aplikation catton pellet
dicelupkan pada larutan SnF2 20% lalu catton pellet diletakkan pada white spot
selama 2-3 menit.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Fluorida
yang sebelumnya disebut fluorine, merupakan elemen kimia yang bersifat sangat
elektronegatif. Oleh karena itu tidak pernah ditemukan dalam bentuk eleman
bebas. Tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan adalah sumber fluorida. Fluorida,
berfungsi sebagai anti karies dan berfungsi sebagai remineralisasi karies awal.
Bahan yang sering digunakan antara lain natrium monofluorofosfat dan natrium
fluorida.
Topical
aplikasi flour adalah pengolesan langsung fluor yang pekat pada email. Setelah
gigi dibersihkan dan dikeringkan dengan semprotan udara, maka permukaan gigi
diolesi larutan yang dibiarkan mengering (umumnya selama lima menit). Selama
itu penderita selama satu jam tidak boleh makan, minum atau berkumur. Mineral
email terdiri atas Kristal-kristal dan mempunyai struktur seperti kisi-kisi
khas hidroksiapatit. Unsur terkecilnya dengan formula C10(Po4)6(OH)2, Tetapi
email bukan merupakan hidroksiapatit murni karena mengandung fase non-apatit (kalsium
fosfat dan kalsium karbonat amorf),dan ion atau molekul tambahan diserap ke
dalam permukaan kristalnya yang luas.
3.3 Saran
Diharapkan
kepada seluruh mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang fluoride dan
dapat menerapkannya dalam tindakan keperawatan gigi.
DAFTAR PUSTAKA
Putri,
Maganenda hiranya.Dkk.2015.Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras Dan
Jaringan Pendukung Gigi.Jakarta:EGC.
Kidd,EdwinaA.M.Dkk.1991.Dasar-DasarKariesPenyakitDan
Penanggulangannya.Jakarta:EGC.

Sangat bermanfaat kak
BalasHapusbermanfaat sekališ
BalasHapusBermanfaat sekali infonya
BalasHapusBermanfaat sekali infonya
BalasHapusSngat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekli
BalasHapusTerimakasih ilmunya kak, sanagt bermanfaat sekališ
BalasHapusSangat bermanfaat ilmunya kak
BalasHapus